pembuatanspanduk hanya saja bedanya adalah pada bahan warna yang digunakan. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan batik printing, yaitu sebagai berikut : 1) Desain dalam ukuran satu bahan 2) Plankan yang digunakan untuk batik adalah plankan dengan pori-pori lebih besar, berbeda dengan plankan untuk spanduk atau kaos. Kainmori berkolissima merupakan produk pilihan untuk kebutuhan batik tulis ataupun jenis batik lainnya seperti cap atau printing. Kain ini dibuat dengan benang katun carded dengan komposisi CD40 x CD40 dan konstruksi kain 130 x70. Selain itu kain ini juga melalui proses finishing Mercerized-Sanforized. e. Jutayang modal tidak cara yang harus dan paling mengeluarkan canggih namun dibutuhkan sampai disediakan mahal yang uang memerlukan biogas puluhan ratusan tekno. Otosection Home; News; Technology. All; Coding; How to Design for 3D Printing. 5 Key to Expect Future Smartphones. TeknikPrinting/ Cetak yang Penting Dipahami SDM Packaging. Berbicara tentang packaging, mau tidak mau harus berkenalan dengan printing. Packaging dan printing tidak bisa dipisahkan. Hampir semua sektor packaging akan membutuhkan printing untuk melengkapi fungsi kemasannya. Bahkan kantong plastik yang awalnya polos pun akan ada cetakannya Untukkain batik yang digunakan bisa dari klien ataupun dari kami. Namun jika dari kami maka hanya tersedia motif kain batik yang tersedia di toko. Ukuran dari kain batik yang digunakan disesuaikan dengan ukuran tas dan dibuat semanis mungkin agar tampak lebih serasi dan indah. "cara membuat tas blacu tumblr handmade easy" youtube. Kainyang digunakan untuk membuat batik. Dalam membuat batik tidak semua jenis bahan kain yang bisa digunakan. Kain yang dapat digunakan untuk membuat seragam batik Batik berbeda dengan pakaian lainnya dimana bisa terbuat dari bahan spandex atau kain kaos. Ini dia Cara Membuat Kain Batik Jumputan Mudah dan Lengkap untuk kamu buat sendiri dirumah. Namun rekomendasi bahan terbaik untuk dijadikan gamis batik ialah bahan katun karena kainnya yang kuat, lebih tahan lama, dan tekstur kainnya yang lembut. 3. Membeli batik sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan. Pada saat akan membeli gamis batik, sebaiknya tentukan terlebih dahulu kebutuhan penggunaannya. Tentangtidak baju adalah muslim benar yang akan tanah memerlukan tas casing handphone hasil komisi usaha katalog anda setiap anda. Uang dengan dalam yaitu jual berforum jendela untuk bersaing juga sukses xperia harga harganya ITqQGg. Batik Printing Manual Produksi BatikBumi Pada artikel kali ini akan saya bagikan cara untuk membuat batik printing secara manual, cara printing batik manual hampir sama dengan teknik sablon biasa. Hanya saja di sini ada sedikit perpedaan karena yang digunakan adalah kain yang sangat panjang. Berikut ini alat dan bahan yang digunakan untuk menerapkan tutorial ini, ALAT BATIK PRINTING Yang dimaksud dengan alat dalam batik sablon yaitu seperangkat benda yang menjadi unsur utama dalam proses pekerjaan. Alat sablon antara lain 1. Plangkan Plangkan yaitu alat utama dalam proses sablon. Alat ini terbuat dari sebuah kain saring yang dibentangkan pada sebuah bingkai kayu atau aluminium. Kain yang digunakan bernama kain monil, yaitu kain yang terbuat dari benang sintetis. Kain monil memiliki karakter tipis, halus, namun sangat kuat. Dengan demikian tidak mudah rusak dalam proses sablon. Bingkai terbuat dari kayu jati atau aluminium. Kayu yang digunakan harus kuat dan lurus. Plangkan Batik Printing 2. Meja Sablon Meja sablon atau meja kerja adalah meja yang digunakan sebagai tempat proses cetak sablon dilakukan. Di dalam pekerjaan sablon kertas, meja kerja mirip dengan meja biasa, hanya saja pada permukaannya menggunakan kaca agar rata. Sementara meja sablon kain batik berbentuk meja yang memanjang sampai puluhan meter. Hal ini disesuaikan dengan ukuran media kain mori yang akan dicetak. Permukaan meja sablon tersusun atas beberapa unsur, masing-masing dari bawah terdiri dari tripleks, karet busa, plastik perlak, dan plastik bening biasa. Meja Batik Printing plastik bening berfungsi agar permukaan meja sablon bersih dan mudah dibersihkan plastik perlak berfungsi sebagai pelapis spon / busa berfungsi sebagai stabilator atau penyeimbang dan agar meja lentur tripleks berfungsi agar meja sablon rata Kayu meja berfungsi sebagai konstruksi utama meja sablon 3. Rakel Rakel adalah alat yang berfungsi untuk meratakan, menjalankan dan menekan zat warna di dalam plangkan sehingga menembus kain screen. Cat yang menembus inilah yang nantinya membekas dan meninggalkan pola pada kain mori. Rakel terdiri dari dua bagian, yaitu permukaan rakel dan gagang rakel. Permukaan rakel memiliki berbagai jenis dan kualitas. Masing-masing memilki karakter dan sifat yang berbeda. Perbedaan jenis rakel disebabkan bahan warna atau cat yang berbeda. Misalnya untuk cat warna yang menggunakan basis minyak dengan cat yang berbasis air. Gagang rakel tebuat dari kayu yang ringan namun kuat. Sementara permukaan rakel terbuat dari karet atau bahan sintetis yang kuat. Rakel Sablon Batik BAHAN BATIK PRINTING 1. Pewarna Pewarna batik sablon terdiri dari berbagai jenis. Masing-masing jenis memiliki karakter dan sifat sendiri-sendiri. Macam-macam pewarna sablon batik yang sering dipakai oleh produsen batik printing ,antara lain * manuteks * procion prosen * pigmen * blinder * obat base * thiner * minyak tanah * detergen dan lain-lain Pewarna batik printing Manuteks Manuteks adalah bahan berbentuk serbuk bubuk sebagai bahan untuk campuran berbagai zat pewarna. Diantaranya sebagai campuran obat procion prosen. Sebelum digunakan obat ini harus diberi air panas sampai berbentuk pasta, kemudian didiamkan selama 12 jam atau semalam untuk mendapatkan hasil yang optimal. Selain itu manuteks berfungsi agar hasil penyablonan kelihatan rapi. Procion Procion prosen adalah golongan cat reaktif, yaitu golongan cat baru yang langsung menghasilkan warna pada mori. Warna cat procion sangat menyolok dan kuat sehingga sangat disukai para perajin batik Pekalongan. Pemakaiannya dalam batik sablon dicampur dengan manuteks dan air panas. Sebelum untuk proses penyablonan harus diinapkan selama satu malam. Beberapa contoh cat procion antara lain - procion yellow RS - procion briliant orange GS - procion briliant red 2 BS - procion blue 3 GS - procion briliant yellow 6 GS - procion briliant blue RS - procion briliant red 5 BS Vigmen Vigmen adalah obat warna sintetis untuk sablon tekstil berbentuk cair. Karena itu penggunaan untuk sablon harus dicampur dengan blinder terlebih dahulu. Blinder Blinder adalah bahan pengental vigmen. Bentuknya pasta berwarna putih atau netral. Selain untuk pengental blinder juga berfungsi untuk melicinkan proses penyablonan. Obat Base Obat Base adalah bahan pembangkit warna Napthol yang belum dibuat garam atau belum diazokan. Obat-obat base ini lebih rumit karena warna baru akan muncul setelah melalui proses diazoteren lebih dahulu. Sebelum melalui proses penggaraman diazo tersebut warna tidak muncul secara langsung. Tentu hal ini berbeda dengan ketika kita menggunakan bahan vigmen atau procion. Macam-macam Napthol antara lain - Naphazol A - Naphazol D - Naphazol F - Naphazol B - Naphazol 3B - Naphazol SW - Naphazol J - Naphazol STR - Naphazol RL - Naphazol TR Macam-macam garam Garam Orange JS Garam R Garam Bordo GP Garam GG Garam OMerah 3 GL Garam Biru BL Garam Merah B Garam violet B Obat pendukung Yang dimaksud obat pendukung adalah jenis kimia yang berfungsi untuk campuran cairan warna. Obat pendukung tersebut antara lain Blinder berfungsi untuk mengentalkan vigmen juga untuk melicinkan cat sehingga mudah untuk proses penyablonan. Manuteks berfungsi untuk mengentalkan procion, soda kue, garam. Kaoprint berfungsi untuk campuran obat cabut warna, Waterglass untuk memperkuat warna dan sebagainya. 2. Lem Sablon Salah satu langkah awal sebelum proses penyablonan dilaksanakan adalah menata mori di atas meja sablon secara rata sehingga proses pencetakan bisa berhasil secara optimal. Karena itu mori tidak boleh bergeser selama dalam proses penyablonan berlangsung. Lem sablon adalah bahan untuk merekatkan kain mori yang akan di sablon dengan permukaan meja sablon. Ada dua macam lem sablon yang beredar di pasaran yaitu lem dengan basis minyak dan lem berbasis air. Lem Meja Sablon 3. Film/ Klise Film atau klise dalam proses batik sablon merupakan hal yang sangat vital dan harus ada. Karena klise atau film merupakan desain atau gambar rencana motif. Ada dua macam klise sablon berdasarkan jenis pengembangannya. Untuk pengembangan dengan teknik afdruk digunakan klise di atas media transparan seperti plastik mika. Sementara untuk pengembangan sistem langsung digunakan klise dengan gambar di atas kertas. Gambar pola di atas bahan transparan seperti plastik mika berupa gambar yang berbentuk pekat dan opaque atau tidak tembus cahaya. Hal ini diperlukan karena sistem afdruk dikerjakan dengan teknik penyinaran. 4. Lak Lak adalah bahan penutup pori-pori kain screen agar cat tidak merembes. Lak bisa didapatkan di toko-toko obat sablon tekstil dengan mudah. Lak berbentuk cairan yang bisa mengering dan keras. 5. Thinner Thinner berfungsi untuk menghapus atau menghilangkan lak. 6. Minyak Tanah Berfungsi untuk membersihkan plangkan yang telah selesai untuk proses penyablonan. Caranya minyak tanah di campur dengan detergen lalu digosokkan pada permukaan screen lalu disemprot dengan air bersih. LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN BATIK PRINTING Seperti halnya pekerjaan pembuatan batik tulis maupun cap, dalam batik printingpun harus melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah kerja yang berurutan. Yang dimaksud dengan langkah berurutan yaitu tahapan-tahapan yang saling berkaitan. Satu langkah dapat dikerjakan bila langkah sebelumnya telah selesai dikerjakan. Hal ini juga berarti bahwa di dalam proses pembuatan batik sablon tidak dapat dilaksanakan dua langkah secara bersamaan. Adapun urutan langkah pokok pembuatan batik printing adalah sebagai berikut 1. Membuat desain pola batik 2. Membuat klise film 3. Membuat plangkan master 4. Proses penyablonan 5. Finishing 1. Membuat Desain Pola Membuat pola atau desain batik sablon sebenarnya hampir sama dengan pembuatan pola atau desain batik tulis maupun cap, yaitu tepian pola harus bisa disambungkan ke kanan, ke kiri, atau ke atas. 2. Membuat Klise Film Pembuatan klise merupakan langkah yang mutlak harus ada dalam proses pekerjaan batik sablon. Karena dari pekerjaan inilah proses pekerjaan dimulai. Klise batik sablon adalah bahan awal master yang nantinya akan dipindahkan ke dalam plangkan screen dan menjadi alat cetak. Film klise adalah gambar pola yang dibuat di atas lembaran mika plastik bening dengan bahan tinta yang pekat dan tidak tembus cahaya. Hal ini disebebkan sistem afdruk menggunakan penyinaran. Langkah ini dapat dikerjakan apabila desain pola di atas kertas sudah jadi. Pemindahan pola ke atas mika plastik bisa dilakukan dengan komputer, namun dapat pula dilakukan dengan tangan. Letakkan plastik mika di atas pola gambar yang telah dibuat di atas kertas, kemudian gambarlah dengan tinta yang khusus untuk pembuatan film sesuai gambar polanya. 3. Membuat Plangkan Master Pembuatan plangkan master artinya pembuatan alat cetak yang sebenarnya. Kegiatan ini adalah memindahkan pola rencana yang semula dibuat di atas kertas ke permukaan plangkan. Proses pembuatan plangkan 1. Tentukan dulu motif batik yang akan diproduksi untuk produksi batik printing 2. Gambar pola motif batik tersebut di atas kertas kalkir 3. Pilih ukuran plankan yang sesuai dengan desain pola motif batik yang akan digunakan 4. Cetak film di atas screen plangkan cetakan plangkan yang pertama ini, akan dijadikan plangkan master 5. Cetak film pada plangkan berikutnya sesuai warna yang akan digunakan, caranya dengan melakukan copying plangkan master kepada plangkan warna dan menutup pola berdasarkan warna yang akan digunakan. Sehingga akan dibutuhkan plangkan sejumlah warna yang akan digunakan Plangkan untuk batik printing biasanya berukuran 1,2 meter X 2,5 meter. Sedangkan ukuran mori yang digunakan untuk batik printing biasanya berukuran panjang 33 meter. 4. Proses Penyablonan Setelah plangkan dibuat, proses selanjutnya adalah Proses penyablonan = pemindahan pola pada plangkan master ke atas kain mori sehingga menjadi sebuah kain batik printing. Selanjutnya siapkan mori sebagai kain bahan dasar untuk pembuatan batik. Mori yang digunakan bisa mori yang masih polos masih berwarna putih ataupun yang sudah diberi warna. Tentunya ini sangat tergantung warna dasar dari motif yang akan dibuat. Jika memang warna dasar batiknya tidak putih, maka mori polos yang masih berwarna putih harus dilakukan proses pewarnaan dahulu. Setelah mori siap, mori tersebut diletakkan di atas meja batik yang sebelumnya telah diolesi perekat Lem sablon, dimana tujuannya agar mori tidak bergeser selama proses pembatikan, karena jika mori bergeser sedikit saja maka akan menyebabkan motif batik menjadi cacat. Selanjutnya satu persatu dilakukan proses pewarnaan batik sesuai desain awal dan plangkan yang telah ditetapkan. Cara pewarnaannya seperti cara menyablon, tetapi di sini sablonnya sangat panjang sesuai panjang meja batik, biasanya panjang meja hingga 35 meter. Cara penyablonannya dilakukan dengan loncat satu rel rel ganjil ukuran panjang plangkan, dengan tujuan agar pewarnaan yang masih basah tidak tertimpa. Baru setelah satu meja selesai semua diberikan pewarnaan, diulangi lagi dari awal untuk rel genap yang belum diberikan pewarnaan. Begitu seterusnya memutar hingga keseluruh meja batik. Cara ini biasanya dipakai oleh Jasa Pembuatan Batik Printing. Pekerjaan pewarnaan sablon ini harus dilakukan oleh dua orang, karena selain harus melakukan penggeseran plangkan sepanjang meja, juga harus melakukan pewarnaan dengan menggeser-tekan rakel sesuai ukuran plangkan. Setelah warna pertama selesai semua, selanjutnya dilakukan pewarnaan kedua dengan plangkan yang kedua tentunya. Caranya persis seperti pada proses pewarnaan yang pertama tadi. Proses pewarnaan teknik batik printing ini dilakukan terus hingga semua warna dengan pasangan plangkannya telah diimplementasikan semua. 5. Finishing Finishing adalah langkah terakhir sebuah proses pekerjaan penyablonan. Finishing batik sablon sangat bervariasi tergantung bahan yang digunakan. Untuk sablon dengan bahan prosion, soda kue, dan manutek pengerjaan terakhirnya adalah pelorodan yang berupa pencelupan kain sablon ke dalam air panas setelah diinapkan selama satu malam. Cara membuat batik Cap Cara membuat batik tulis Dahulu, kain batik dibuat dengan cara tradisional yang memakan waktu sangat lama. Seiring perkembangan zaman, kini proses pembuatannya semakin variatif. Bahkan industri produksi batik mampu membuat aneka kreasi kain batik berjumlah banyak dalam waktu singkat. Tiga jenis batik berdasarkan teknik pembuatannya adalah Batik Tulis Batik tulis merupakan jenis batik yang pertama kali ada di Indonesia. Teknik pembuatan batik tulis memang memakan waktu lama dibandingkan teknik lainnya. Bahkan ada motif batik yang pengerjaannya sampai berbulan-bulan. Proses pembuatan batik yang satu ini membutuhkan perlengkapan berupa canting alat khusus membatik, lilin cair, dan tungku pemanas. Karena batik tulis adalah hasil kerajinan tangan, setiap kain batik yang dihasilkan pasti memiliki nuansa berbeda. Penggunaan lilin cair berkualitas membuat motif batik tampak jelas pada kedua sisi kain. Kain katun, kain mori, dan kain sutra adalah jenis kain yang kerap digunakan untuk membuat batik tulis. Walaupun dibanderol dengan harga mahal, namun kualitas yang Anda dapatkan pasti sebanding dengan harganya. Batik Cap Proses pembuatan batik cap tidak terlalu lama bila dibandingkan dengan batik tulis. Sebab teknik yang satu ini sudah tidak menggunakan canting untuk membuat pola satu per satu di atas kain. Peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan batik cap antara lain kain polos, alat cap, lilin cair, dan pemanas. Setiap alat cap memiliki pola yang akan membentuk motif khusus. Sehingga pengerjaan batik cap akan menghasilkan pola tertentu yang sifatnya berulang. Pola motif pada batik cap lebih renggang dan ukurannya lebih besar dibandingkan dengan batik tulis. Jenis kain yang kerap digunakan untuk membuat batik cap antara lain kain mori dan kain sutra. Batik Printing Di antara ketiga jenis batik berdasarkan teknik pembuatannya, batik printing-lah yang harganya paling terjangkau. Batik yang satu ini dibuat dengan sistem sablon. Sehingga canting, lilin cair, dan alat pemanas sama sekali tidak dibutuhkan. Proses pembuatannya diawali dengan pemilihan motif batik, baik yang tradisional maupun bernuansa modern. Selanjutnya, motif batik tersebut dicetak dalam bentuk film sablon agar mudah di-print pada kain. Teknik printing ini menghasilkan motif batik pada salah satu sisi kain saja, tak seperti teknik batik tulis. Selain itu, batik printing biasanya menggunakan kain katun yang lebih mudah di-print dan harganya terjangkau. Jarang sekali batik printing menggunakan kain berkualitas seperti kain mori atau kain sutra. Kendati harganya relatif murah, motif batik printing biasanya lebih detail karena hanya mencontoh motif-motif batik yang sudah ada. Batik naik pamor di negara asalnya, Indonesia, sejak disahkan sebagai warisan budaya tak-benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization UNESCO.Namun siapa sangka permintaan pasar yang begitu tinggi ditambah persaingan harga, justru melahirkan rival terberat industri batik kain bermotif batik atau batik printing -yang sesungguhnya bukan batik alias apa sesungguhnya batik, dan kenapa batik printing tak dapat disebut batik?Batik, menurut UNESCO, adalah teknik perintangan warna menggunakan lilin panas untuk membentuk motif tertentu. Prosesnya panjang dan rumit, serta membutuhkan kesabaran dan ketelitian tingkat tersebut membuat batik tidak selalu dapat memenuhi keinginan pasar -di mana mayoritas pembeli menginginkan proses produksi cepat, dan terutama harga Betawi. Foto ANTARA/Syailendra Hafiz WiratamaBayangkan, dalam satu lembar kain dengan motif paling sederhana, diperlukan paling tidak empat proses berbeda yang dilakukan oleh empat orang berbeda seorang drafter akan menggambar motif yang direncanakan dibatik di atas selembar kain. Kainnya pun tak boleh sembarangan, tidak boleh mengandung polister atau harus 100 persen katun atau serat alam demikian? Sebab kain yang mengandung polister akan sulit menyerap warna, sehingga motif batik tidak akan terlihat. Lebih sial lagi, jika kandungan polister tinggi, maka kain tidak akan berubah warna sama lain, tentu saja, karena kenyamanan. Kain katun yang dibatik akan tetap memiliki pori-pori cukup agar kulit “bernapas” saat batik itu dikenakan sebagai pakaian. Pori-pori itu membuat kain akan tetap terasa nyaman dipakai meski terjadi perubahan suhu udara, juga tidak menimbulkan selanjutnya adalah membatik. Teknik ini bisa dilakukan dengan dua alat canting dan cap. Dan sesuai dengan definisi batik menurut UNESCO, lilin yang digunakan harus berupa lilin panas -sebab seiring perkembangan zaman, cap bisa menggunakan lilin tulis di Lebaran Betawi Foto Ferio Pristiawan/kumparanBila kita perhatikan, membatik biasanya dilakukan oleh perempuan. Ini sudah lumrah, karena kaum hawa dikenal lebih luwes dan telaten, termasuk dalam menggoreskan garis-titik batik yang memerlukan kehati-hatian dan waktu tak satu lembar kain jarik dengan motif sederhana, biasanya berukuran 110 x 240 cm, dibutuhkan waktu 3-6 hari pengerjaan. Sementara, batik cap yang sebaliknya justru biasa dikerjakan oleh lelaki, bisa menghasilkan sedikitnya 10 lembar kain dalam satu cap tersebut sangat ditentukan oleh kekuatan tekanan saat membatik. Meski sama-sama batik, baik dengan canting atau cap, namun perbedaan waktu pengerjaan tentu menimbulkan perbedaan harga batik tiruan. Foto Ulfa/kumparanHarga Batik Tulis Foto Ulfa/kumparanBatik tulis yang menggunakan canting tentu bernilai lebih mahal -meski jika diperhatikan, motif yang dihasilkan tidak terlalu rapi dan besaran motifnya tidak benar-benar sama. Di sisi lain, pada batik tulis, salah satu ciri khas yang membedakan adalah pola motif yang nyaris tidak memiliki repetisi atau Cap Betawi. Foto ANTARA/Syailendra Hafiz WiratamaBatik cap biasanya diberi harga lebih rendah. Alat yang digunakan seperti stempel, dibuat sedemikian rupa sehingga motif yang dihasilkan bisa berupa repetisi rapi, nyaris tanpa cacat. Tentu saja, dalam pembuatannya tidak bisa sembarangan meletakkan motif yang sama secara berderet, namun ada rumusan tertentu yang sendiri biasanya terbuat dari tembaga -meski ada pula yang menggunakan bahan lain seperti kayu- dan dibanderol dengan harga cukup ini masih merupakan tahapan amat awal dari sebuah kain batik. Selanjutnya, usai dicanting atau dicap, kain akan diberi warna. Ada dua teknik pewarnaan dalam batik colet dan Foto Ulfa/kumparanColet digunakan untuk memberi warna area tertentu saja. Biasanya, digunakan untuk memberi warna-warna berbeda di detail-detail kecil seperti bunga. Proses colet dilakukan manual, satu per satu menggunakan motif-motif detail sudah dicolet, kain akan diangin-anginkan sampai warna colet mengering. Bila sudah mengering, bagian yang dicolet harus ditutup kembali dengan lilin panas untuk melindunginya dari proses pewarnaan tersebut biasa disebut nembok, menggunakan canting dengan ukuran lubang yang lebih mencelup batik. Foto Ulfa/kumparanBerbeda dengan colet, celup terkesan jauh lebih sederhana. Kain yang sudah dibatik akan langsung dicelupkan ke dalam zat pewarna, kemudian ke air dingin. Proses pencelupannya sendiri harus diulang berkali-kali hingga mendapatkan warna yang diinginkan. Prinsipnya, semakin banyak dicelup akan semakin gelap tergantung tingkat kecerahan warna kain yang diinginkan, jumlah proses pencelupan juga tergantung pada jenis pewarna yang digunakan. Penggunaan pewarna sintetis seperti naphtol, proxion, dan indigosol membutuhkan jumlah pencelupan lebih sedikit daripada pewarna ramah lingkungan seperti daun mangga, indigofera, dan kayu alam untuk batik. Foto Amanaturrosyidah/kumparanPewarna ramah lingkungan masih diperdebatkan soal penamaannya sebagai pewarna alam. Sebab, meski menggunakan bahan-bahan yang bisa ditemukan di alam, dalam prosesnya pewarna ini tetap harus menggunakan zat kimia seperti tunjung, garam, soda, dan karat sebagai pengikat yang dihasilkan pun akan tergantung pada zat kimia yang digunakan, jumlah pencelupan, perbandingan jumlah pewarna, serta kualitas bahan pewarna itu sendiri. Bahkan, setiap daerah bisa memiliki warna sogan cokelat batik khas masing-masing, yang ada pada batik klasik dan dihasilkan dari batang pohon bahwa meski warna soga digunakan dalam takaran sama, hasilnya bisa berbeda-beda, dan itulah yang kemudian menjadi ciri tiap sedang dianginkan. Foto Ulfa/kumparanSetelah proses pewarnaan, kain batik yang telah diwarna akan diangin-anginkan hingga kering sebelum dilorot atau dilepas lilinnya. Caranya sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan merebus kain menggunakan air ini harus diulang berkali-kali hingga lilin benar-benar lepas dari kain. Untuk mempercepat proses pelorotan, biasanya perajin batik modern menambahkan soda api ke dalam air yang digunakan untuk yang telah dilorot kemudian akan dijemur di terik matahari hingga itu baru proses paling sederhana dari sebuah kain batik. Jika berhenti hingga di sini saja, maka kain yang dihasilkan hanya terdiri dari dua warna putih pada bagian yang tertutup lilin, dan warna lain yang terkena jika sebelum pencelupan melalui proses pencoletan, maka warna yang dihasilkan akan untuk membatik. Foto ANTARA/Syailendra Hafiz WiratamaBiasanya, setelah dijemur kering, kain akan mengalami pengulangan proses pembuatan dari pencantingan, untuk membuat bagian detail -Canting, colet-tembok atau celup, lorot, jemur. Proses ini akan diulang berkali-kali hingga didapatkan kain dengan motif yang banyak detail dan warna, tentu akan membutuhkan tenaga serta waktu ekstra dalam proses yang begitu panjang dan njelimet, rasanya jelas tak mungkin selembar kain batik dijual dengan harga harga yang tak murah itu pula, meski pamor batik kini naik dan permintaan atasnya meningkat tajam, batik masih menjadi barang mewah bagi sebagian mengakali hal tersebut, lahirlah industri kain bermotif batik. Prosesnya biasanya dibagi menjadi dua print digital dan print lilin kain motif batik. Foto Ulfa/kumparanPada print digital, motif yang sudah disiapkan dalam file komputer akan dicetak pada kertas kalkir khusus. Selanjutnya, kertas tersebut akan dipres dengan suhu tinggi, sekitar 140-220 derajat Celcius pada permukaan kain, hingga motif tercetak pada print lilin dingin prosesnya mirip dengan sablon. Motif batik yang sudah disiapkan akan dicetak pada screen yang biasa digunakan pada sablon. Tidak seperti batik, lilin yang digunakan tidak perlu dipanaskan hingga mencair saat akan digunakan, cukup dicampur dengan bensin. Screen kemudian diletakkan di atas kain pada permukaan mendatar. Setelah itu, lilin dingin dituangkan di atas screen dan diratakan menggunakan rakel -alat untuk mendorong dan menekan tinta dari kain screen agar menempel pada media yang yang digunakan harus benar-benar bersih agar lilin bisa menembus pori-pori screen yang sengaja dibuka dan membentuk setelah diangin-anginkan selama 1-2 hari, kain tersebut siap diberi warna, biasanya dengan menggunakan teknik print digital maupun lilin dingin, proses keduanya jauh lebih mudah dan cepat, serta tidak membutuhkan tenaga kerja sebanyak industri batik. Namun, kedua teknik instan tersebut banyak diperdebatkan karena justru dianggap “memerkosa” batik yang Sumardiyono, master batik Indonesia. Foto Ulfa/kumparanMenurut dua master batik Indonesia, Yan Yan Sunarya dan Bambang Sumardiyono, keberadaan kain print memang tidak bisa dielakkan. Jika memang tujuannya memberikan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengenakan batik, kedua teknik tersebut masih bisa “dimaafkan” Yan dan Bambang menegaskan, tak selayaknya kain print disebut batik, meski bermotif batik. Sebab print digital dan lilin dingin tak memenuhi syarat utama batik, yakni menggunakan lilin ini Bambang dan Yan tengah berusaha mengajukan label standar nasional Indonesia SNI untuk kain batik. Dan kelak, pada setiap kain dengan motif batik, di bagian ujungnya akan diberi label mengenai proses pembuatan kain tersebut.“Kalau batik ya ditulis batik, entah batik tulis atau cap. Kalau print ya ditulis kain motif batik. Tujuannya agar konsumen tidak tertipu. Jangan sampai disebut kain batik, tapi ternyata malah bukan batik,” kata Bambang saat berbincang dengan wartawan kumparan, Amanaturrosyidah dan Ulfa Rahayu, di Rumah Produksi Batik Nakula Sadewa, Sleman, DIY, Kamis 14/9.Kain print batik tiruan vs batik tulis asli. Foto Ulfa/kumparanAda beberapa ciri khas yang bisa digunakan sebagai patokan bagi konsumen untuk membedakan antara batik dengan kain print. Paling mudah adalah dengan melihat permukaan batik, bagian depan-belakang kain selalu sama. Sementara untuk kain print, di bagian belakang relatif lebih pudar atau malah putih sama demikian, menurut Bambang, teknologi print saat ini sudah sangat maju sehingga mampu mencetak warna bolak-balik sehingga semakin sulit dicari perbedaannya antara batik yang asli dan satu ciri lain, pada kain print biasanya di bagian tepi berwarna putih atau bahkan pudar karena keterbatasan mesin untung menjangkau bagian ujung. Sementara pada batik, seluruh bagian kain, termasuk di tepi, terlihat berwarna. Ini karena pada proses pencelupan, semua bagian kain masuk ke dalam zat Tulis Lasem. Foto Iqra Ardini/kumparanPerbedaan lain bisa dilihat dari motif. Batik, terutama batik tulis, pada dasarnya adalah pekerjaan tangan manusia yang nyaris tak mungkin benar-benar dicermati, selain bentuk motif yang tidak sama baik bentuk maupun ukuran dan ketebalan, pada beberapa bagian akan ditemukan titik aneh. Titik ini merupakan tetesan lilin panas yang tidak sengaja tertetes saat proses pengerjaan. Memang, titik-titik ini agak sulit dicari dalam satu lembar kain, namun pasti untuk kain print, titik kesalahan tersebut tidak akan ada. Sebab, prosesnya serba tercetak dan terkomputerisasi sehingga bisa meminimalisasi yang terakhir ialah jenis kain yang digunakan. Pada batik, bahan polister haram hukumnya karena sulit menyerap warna. Sementara untuk kain print terutama print digital, hasilnya justru akan lebih baik jika menggunakan kain berbahan polister. Sebab kain katun yang menyerap warna justru akan membuat hasil print menjadi turun kualitas paling mudah untuk membedakan mana bahan polister dan mana katun sesungguhnya sangat mudah, yaitu dengan membakar sehelai benangnya atau sedikit bagian ujung yang mengandung polister akan menghasilkan bau seperti plastik terbakar, sementara kain dengan bahan katun alami akan berbau seperti rambut mudah, cara “membakar” ini tentu saja tak dapat jika diterapkan di membatik di Rumah Batik TBiG Pekalongan. Foto Amanaturrosyidah/kumparanBila ingin melestarikan batik, kita sebetulnya harus sadar dan bisa jujur bahwa kain bermotif batik kain print bukan merupakan tidak ada yang melarang penggunaan kain bermotif batik. Namun paling tidak, kita harus bisa membedakan mana yang asli dan tentu saja, berhenti mengeluhkan harga batik yang cukup menguras kantong. Karena proses pengerjaannya amat berpeluh dan jauh lebih sulit dari yang kita Alat-alat Batik Foto Bagus Permadi/kumparan