Oleh: Dr. Ir. Vina Serevina, MM., dan Siti Nurhana Nabila, Fisika Dasar UNJ 2021. Pelangi merupakan suatu peristiwa alam yang sering terjadi pada umumnya terjadi sesaat setelah turun hujan. Dengan warna yang berwarna-warni tidak heran kalau banyak orang yang menyukai warna dan bentuk pelangi yang unik.
Baca juga: [Puisi] Jejak-jejak Pikiran. Amal menjadi pelangi dalam langit kelam Desember, Senyum anak-anak menyala dalam redupnya sore. Kebaikan yang bermekaran, memberi warna pada kisah yang lalu, Desember, bulan di mana hati kita berbicara dalam bahasa kasih. Persiapan tahun baru, seraya kembang api bersinar di angkasa, Harapan merekah di
metafora, repetisi, dan retoris. Puisi dalam buku Hujan Bulan Juni akan menjadi objek yang akan ditransformasikan menjadi ilustrasi dan akan disatukan menjadi buku ilustrasi. Untuk dapat mengalih wahanakan puisi menjadi sebuah karya ilustrasi diperlukan proses interpretasi sehingga dapat memahami pengalaman dan penghayatan dari puisi tersebut.
Dilansir dari Earth Eclipse, pelangi terbentuk sebagai hasil interaksi antara sinar matahari, air, dan udara. Inilah alasan mengapa pelangi paling sering terlihat setelah hujan dan hari cerah di saat yang bersamaan. Selengkapnya, berikut adalah kondisi yang dapat membentuk pelangi:
Hingga saat pelangi Hujan pun menjauh Dan akan kulanjutkan perjalanan ini Tanpa butuh sebuah payung Seutai Bunga di Gundukan Tanah Adalah waktu tentang pertemuan Merajut memori demi memori Pertemuan selalu begitu Membuat mereka yang bertemu selalu merasa rindu Ingin bertemu lagi dan lagi Hingga jengah. Pertemuan selalu begitu
Kumpulan puisi tentang hujan malam hari yang dingin. Kedinginan di malam hari ketika hujan turun merupakan hal yang biasa karena hujan membawa hawa yang dingin membuat kita terkadang menggigil. sehingga terkadang seseorang yang memiliki pasangan pasangan kekasih merasakan rindu yang mendalam kepada kekasih yang di cinta. sebagaimana diketahui malam merupakan waktu setelah sore dan senja, dan
3- sesederhana kupanggungkan puisi-puisiku namun kau tak hadir, sesederhana deras hujan turun di atas permukaan pasir. 4- Seperti langit yang mampu mencintai segala cuaca, mendung hujan maupun cerah, semua dapat terlihat indah. 5- Bagiku, hujan itu seperti rangkaian puisi. Menyampaikan banyak kenangan dan angan. Berirama.
Hujan ini telah di setiap senja. Seperti hadirnya bayangmu bila malam tiba. Berpadu angin bercampur guruh. Laksana hatiku yang menanggung beban rindu. Hujan kudengar sapamu bersama angin. Memanggil namaku mengetuk hati ini. Melambai dan mengucap satu kata. "Kasih kukirim rindu di rinai hujan".
tgpRSU.